Sabtu, 04 Mei 2013

Masyarakat Informasi



Dengan memperhatikan sejumlah definisi dalam Karvalics (2007), masyarakat informasi dapat difahami sebagai bentuk masyarakat baru yang struktur sosialnya berdasarkan kepada pembuatan, distribusi, akses, dan penggunaan informasi secara bebas. Kebebasan tersebut mendorong perkembangan kreativitas intelektual manusia hingga kepada tahap di mana informasi produk kreatifnya menjadi sumber daya ekonomi yang dimanfaatkan oleh masyarakat. Kesempatan tersebut mendorong kemunculan dan perkembangan industri informasi. Hingga pada akhirnya, kepemilikan informasi menjadi kekuatan pendorong di belakang perubahan dan pembangunan yang terjadi dalam masyarakat informasi. Sementara itu, penggunaan TIK membawa manusia kepada cara hidup yang baru, di mana informasi dapat didistribusikan lebih cepat dan pekerjaan dapat diselesaikan lebih baik. Kondisi semua ini menyebabkan manusia mendapatkan standar hidup yang tinggi dan memainkan peran yang lebih baik dalam masyarakat. Dan pada akhirnya, manusia dalam masyarakat informasi memiliki tujuan yang sama, yakni mendapatkan keuntungan kompetitif melalui penggunaan TIK, di mana informasi yang dibuatnya dikumpulkan, disimpan, diarsipkan, dan diakses kapanpun dan di manapun menggunakan TIK (Gudauskas, 2011).

TIK merupakan jembatan antara negara maju dan berkembang, alat pembangunan ekonomi dan sosial, mesin pertumbuhan, pilar utama kontruksi masyarakat dan ekonomi basis pengetahuan global, serta kesempatan bagi negara untuk membebaskan dirinya dari tirani geografi. Oleh karenanya harus ada layanan dan akses universal, kesamaan kesempatan, keragaman konten, serta kebebasan berekpresi dan akses (International Telecommunication Union, 2002). Dengan demikian, setiap orang dengan beragam latar belakang suku, ras, agama, jenis kelamin, dan lain sebagainya dijamin memiliki kesempatan yang sama untuk mengakses TIK di manapun dan kapanpun, agar mendapatkan layanan informasi dan komunikasi, serta dapat memahami apa yang diinformasikan atau dikomunikasikan oleh sumber manapun, dan mendapatkan jaminan berekpresi.

Menurut ECOSOC dalam International Telecommunication Union (2002), konvergensi teknologi komunikasi dan komputasi, khususnya melalui internet, adalah kelengkapan terpenting dalam revolusi TI. Internet merupakan infrastruktur informasi yang meluas, sistem penyiaran luas, mekanisme penyebaran informasi, media interaksi antar individu, dan ruang pasar untuk barang dan jasa. Secara cepat internet menjadi alat informasi dan komunikasi global dan sumber potensial ekonomi yang sangat besar bagi individu, perusahaan, dan negara.

TIK juga mendorong munculnya komunitas virtual dalam internet, baik dalam klasifikasi komunitas transaksi yang memfasilitasi pembelian dan penjualan, komunitas minat yang mempertukarkan informasi yang diminati bersama, komunitas praktik atau hubungan di mana anggotanya diorganisasikan menurut pengalaman hidup tertentu, ataupun komunitas fantasi di mana anggotanya berbagi lingkungan imajiner. Semua pedagang, pemain, hanya teman, penggemar, dan teman yang membutuhkan dalam komunitas virtual, berusaha memenuhi kebutuhannya dengan menggunakan berbagai aplikasi internet, baik yang termasuk kategori discovery, communication, ataupun collaboration (Turban dkk, 2006).

http://www.sttgarut.ac.id

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Dimohon untuk menyampaikan komentar secara santun dan bijak :)